Pesta Pencuri

Karya: Jean Anouilh
versi Indonesia: Asrul Sani

PARA PELAKU 
Para pencuri:
PETERBONO
HECTOR
GUSTAVE

Keponakan perempuan LADY HURF:
EVA
JULIETTE

Pelaku lain:
LORD EDGARD
LADY HURF
DUPONT-DUFORT TUA
DUPONT-DUFORT MUDA

Figuran:
TUKANG CANANG
POLISI-POLISI
PENGASUH
ANAK KECIL
PEMBANTU
MUSIKUS

Download Naskah Drama


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

Struktur Lahir sebuah Naskah Drama

oleh: Alfanul Ulum F.S.

Struktur lahir dari sebuah naskah drama merupakan struktur atau susunan yang dapat dilihat secara langsung pada teks naskah drama. Struktur lahir tersebut merupakan salah satu ciri pembeda naskah drama dengan karya sastra jenis lainnya (puisi dan prosa). Meskipun begitu, struktur lahir naskah drama yang dijelaskan di sini bukanlah sebuah pakem atau ketentuan yang mutlak, namun hanya sebuah panduan untuk memahami bentuk dari naskah drama pada umumnya. Selain itu, juga untuk menambah wawasan bagi penulis pemula mengenai bentuk atau struktur lahir dari naskah drama.

Adapun bentuk atau struktur lahir dari naskah drama adalah sebagai berikut.

1. Judul
Judul merupakan gambaran lengkap dari permasalahan utama (tematik). Judul juga bisa menjadi sebuah ekpresi yang mewujud dalam metafora. Selain itu, judul juga bisa merupakan pengabadian nama dari tokoh utama ceritanya. Biasanya judul naskah drama dibuat semenarik mungkin sehingga mudah diingat dan menimbulkan rasa ingin.

Beberapa contoh dari judul naskah drama adalah "JPRET" (Putu Wijaya), "Sumur Tanpa Dasar" (Arifin C. Noer), "Sampek & Engtay" (N. Riantiarno), dan lain sebagainya.

2. Anotasi
Anotasi atau catatan atau kramagung adalah keterangan pengadeganan, setting, maupun lakuan dari tokoh dalam naskah drama. Sebaiknya anotasi itu singkat, padat, memandu, dan inspiratif. Hindari pula anotasi yang terlalu bertele-tele atau bersayap karena ini adalah panduan, bukan sebuah narasi seperti dalam cerpen atau novel. Anotasi yang terlalu lengkap juga bisa membatasi imajinasi dan daya kreasi dari kreator pertunjukan.
Contoh cuplikan dari anotasi antara lain sebagai berikut.

a. Anotasi pengadeganan dan setting dari naskah "Monumen" (Indra Tranggono)

...........

Panggung pertunjukan ini berbentuk procenium. Di bagian belakang tengah panggung, berdiri set monumen. Di depan set monumen itu menjuntai layar putih (yang bisa diangkat dan diturunkan sesuai kebutuhan). Di panggung bagian samping kanan dan kiri, terletak level yang posisi keduanya tidak harus simetris.

Di kain putih terpapar slide atau film dokumenter pidato Bung Tomo;
Disusul Slide/ film: adegan kolosal perjuangan rakyat/tentara rakyat. Poster-poster ”merdeka atau mati”
Disusul Slide/film: pembacaan teks pidato Bung Karno
Disusul Slide/film: adegan kolosal rapat raksasa merayakan kemerdekaan
Disusul Slide/film: keriuhan kota metropolitan

Lampu black out

..........

b. Anotasi lakuan tokoh dari naskah "Datang dan Pergi" (Samuel Beckett)

Flo : Apa pendapatmu tentang Vi?
Ru : Kulihat sedikit berubah. (Flo bergeser menuju ke tengah tempat duduk, berbisik di telinga Ru. Terkejut) Oh!
(Mereka saling pandang, Flo menempelkan jari di bibirnya)
Ru   : Dia tidak menyadari?.
Flo : Semoga tidak. (Vi masuk Flo dan Ru kembali menghadap depan mulai berlagak. Vi duduk di kanan. Sunyi.) hanya duduk-duduk seperti dulu kita lakukan. Di halaman bermain Miss Wade…

(kalimat dalam kurung di antara dialog tersebut merupakan anotasi lakuan tokoh)

3. Dialog
Dialog merupakan kata atau kalimat yang diucapkan oleh tokoh dalam naskah drama. Dialog sendiri berarti percakapan antara dua orang atau lebih. Tapi, pada naskah monolog percakapan tersebut dilakukan antara tokoh dengan dirinya sendiri atau dengan penonton. Dialog dengan dirinya sendiri tersebut disebut solilokui.

Apakah semua naskah drama harus ada dialognya? Tidak. "Laku Tanpa Kata" (Samuel Beckett) merupakan  naskah drama yang hanya terdiri dari anotasi-anotasi saja.

Dialog juga sering disebut dengan line atau wawancang.

4. Pembagian Babak dan Adegan
Babak merupakan permasalah besar yang menjadi pembentuk cerita dari naskah drama. Babak sendiri merupakan kumpulan dari adegan-adegan yang menjadi bagian dari sebuah cerita. Sementara adegan adalah peristiwa-peristiwa kecil yang terikat pada babak.

Berikut ini adalah beberapa contoh model pembagian babak.

a. Model 1
Model ini termasuk model lama. Model ini diperkenalkan oleh Wiliam Shakespeare. Dia membagi naskah drama dalam LIMA BABAK atau "Lima Permasalahan".

Babak Pertama. Penjelasan dari narator mengenai latar belakang tokoh-tokoh, waktu dan lokasi peristiwa, dan harapan dari pengarangnya.
Babak Kedua. Lakon berkembang, masalah datang.
Babak Ketiga. Pro dan kontra terjadi, konflik tercipta.
Babak Keempat. Klimaks dari permasalahan dan anti-klimaks menuju jalan keluar.
Babak Kelima. Penyelesaian. Lakon ditutup oleh narator, yang biasanya ikut memandu jalannya lakon, memandu penonton untuk memahami, bahkan ikut menafsir isi lakon dan mengomentarinya.

b. Model 2
Model ini juga termasuk model lama. Pembagian babak terbagi menurut setting tempat atau setting waktu.

c. Model 3
Model ini sering disebut sebagai "Adegan Prancis". Para penulis Prancis biasanya membagi babak berdasarkan pemunculan tokoh baru. Model ini juga termasuk model lama.

d. Model 4
Model ini tidak menggunakan babak atau adegan, namun hanya simbol-simbol (angka atau huruf), sebagai tanda pembagi, misal: SATU, DUA, TIGA, dan seterusnya. Atau 1, 2, 3, dan seterusnya. Atau I, II, III, dan seterusnya.


Selain keempat hal tersebut sebaiknya juga ditambahkan sinopsis dan nama-nama peran (dramatic persona) pada bagian awal setelah judul untuk memberikan gambaran secara umum pada pembaca.

Disarikan dari:
"Kitab Teater" karya Nano Riantiarno.


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

Teater Koma, Pementasan SAMPEK ENGTAY


Lakon legendaris Teater Koma, SAMPEK ENGTAY, yang sering kali dipentaskan sejak pertunjukan perdananya 25 tahun lalu, akan kembali digelar dari tanggal 13-23 Maret 2013, pukul 20.00 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru.

Harap TELPON LANGSUNG ke nomor yang disediakan. TIDAK TERIMA PESANAN VIA SMS, BBM, WHATSAPP maupun jalur maya seperti FACEBOOK, E-MAIL atau TWITTER.

HTM:
# Selasa, Rabu, Kamis: 200 ribu - 150 ribu - 100 ribu -75 ribu
# Jumat, Sabtu, Minggu: 250 ribu - 200 ribu - 150 ribu - 100 ribu

Info dan Pemesanan Tiket:
# Sekretariat Setiabudi 021-5251066 / 021-5224058.
# Sekretariat Bintaro 021-7350460 / 021-7359540.

Lihat juga naskah drama Sampek Engtay.


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

Pementasan Teater Pelangi "Opera Ant Smooth"

Teater Pelangi Univ. Neg. Malang (UM)
mempersembahkan
Pementasan "Opera Ant Smooth"

4 dan 5 Februari 2013
19.00 wib
Gedung Sasana Budaya (UM), Malang

Informasi dan pemesanan tiket:

Ijul : 085 643 047 017

Blog: http://operaantsmooth.blogspot.com/






Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

"SERIBU KUNANG-KUNANG DI MANHATTAN"

Naskah Drama "Seribu Kunang-kunang di Manhattan"
Diadaptasi dari cerpen Umar Kayam
oleh Yussak Anugrah

Tokoh
Jane & Marno

Download Naskah Drama


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

LIQUID International Contest | Second Edition 2012

It’s LIQUID International Contest | Second Edition 2012

Submission Deadline: January 23, 2013
Winners Release: February 28, 2013

It’s LIQUID Group, in collaboration with International ArtExpo, is proud to present
“It’s LIQUID International Contest – Second Edition 2012”.

The contest is born with the goal of promoting contemporary art, architecture and design through all the divulging tools that the communication platform It’s LIQUID has used for years (press release, mailing list with more than 80,000 subscribers, international contemporary art and design events realization).

Who can apply?
The contest is open to artists, architects and designers from all over the world without any limit of age and nationality. Solo artists, architects and designers can participate to the contest as well as groups.

Categories
The contest will have ten main categories:

  • painting
  • sculpture and installation
  • photography
  • video-art
  • computer graphics
  • architecture
  • performing art
  • product design
  • fashion design
  • illustration
Why enter It’s LIQUID International Contest?
It’s LIQUID International Contest promotes contemporary art, photography, architecture and design all over the world. Artists have the chance to win €50,000 in prizes, chosen both by public vote and professional jurors. And, among others, there are the chances to win a Solo Exhibition in Venice and a Solo Exhibition in Istanbul, leader cities for contemporary art.

How does it work?
Winners will be selected by public vote (which will award the Venice Art Residence) and by professional jurors’vote (which will award one Solo Exhibition in Venice, one Solo Exhibition in Istanbul, Art Residences in Rome, Istanbul and Turin, 1 year of participation in International ArtExpo’s festivals, 1 year of It’s LIQUID Platform services).

To have the chance to be the winner of an Art Residence in Venice, after applying for the contest, It’s LIQUID will upload the participants’ artworks on It’s LIQUID International Contest website and give the artists the direct link of their artworks. To vote and be voted it’s necessary to share the direct link and like it on our website. Artist with the greater number of “like” by the deadline, will be the winner. The public vote will start on January 07, 2013 until the deadline. The sooner you apply the better your chances of being the winner!

Jury President
Luca Curci (Architect, Artist – Italy)

Jury Members
Reedah El-Saie (Director and Curator of Mica Hub – UK) | Cristian Contini (Gallery Manager and Coordinator of “Art Style” – Italy) | Laurence Gartel (Digital Media Pioneer – USA) | Özge Çelikaslan (Director of Koza Visual Culture and Arts Association – Turkey) | Macu Moran (Imagery Curator and Editor of videoartworld – USA) | Emell Gök Che (Artist and Designer – Germany) | Thierry Alet Fwi (Director of FRèRE INDEPENDENT – USA) | Maya Kashevitz (Art Curator – Israel) | Simona Scafura (Event Manager and PR of Rich Cat Events – Italy / USA) | Marta Stella (Artist and Art Curator – Spain) | Ramuntcho Robles Quevedo (Art Critic and Art Curator – Spain)

Awards
– 1 Solo Exhibition in Venice, held in one of our exclusive locations located a few meters from the Ponte di Rialto on the Canal Grande with more than 1.000 mq of exhibition area, and located between San Marco square and the Arsenale, one of the main exhibition spaces of the Biennale of Venice
– 1 Solo Exhibition in Istanbul, held in one of our exclusive venues in the centre of the City, in the Beyoğlu district nearby Taksim square
– 1 exclusive art residence in Venice, located near Campo Santa Margherita (public vote award)
– 1 exclusive art residence in Rome, located in the centre of the City, nearby the Pantheon
– 2 exclusive art residences in Istanbul, located in the centre of the City, in the Beyoğlu district nearby Taksim square
– 3 exclusive art residences in Turin (Italy), located in the artistic and cultural centre of the City
– 1 year of participation in International Art Festivals organized by International ArtExpo.
International ArtExpo is an independent group of artists with the objective to use new technologies to globalize the language of art, to connect the conceptual points of contact of artists working in every part of the world, all united in the thick plot of the world net. International ArtExpo works with a number of national and international galleries as well as publishers, museums, curators and writers from all over the world
- 1 year of interviews, publications and specials on the It’s LIQUID Platform and one year of email announcements sent to the mailing list dedicated (more than 80.000 subscribers).
It’s LIQUID Group is a platform of communication dedicated to art, architecture and design. It’s LIQUID Group announces international events of art, new architectural projects, call for artists, products of design and diffuses them through a mailing list dedicated with more than 80.000 subscribers from all over the world. Among the mailing list subscribers, international galleries, museums, institutions, artists, architects and designers selected

SUBMIT YOU WORKS NOW!: www.itsliquid.com/contest/submit-now

How much is the entry fee?
There is a 50 euro entry fee to submit up to 3 artworks. The entry fee for every added artwork is 20 euro.

How many artworks can I enter?
A maximum of 20 artworks may be submitted, per person, to one or all of the categories.

When will the winners be announced? The names of the winners, will be notified on the official website of the contest through a press release on February 28, 2013.

The winners will be selected following the criteria of quality of the work, originality and uniqueness. The jury reserves the right to nominate a maximum of n.3 honourable mentions that will be communicated through the same press release.

Media Partners
Freshome – alhoush – Concept Book – Modernism.ro – Photo & Video Competitions – matters of art – BOBOS – DAAF – CTRLZAK – Tavola Periodica – archstudies.gr – MECA – maumau – ARTERRITORY – TheOtherSide – Riso Patate & Borchie – arquiRED – Art STYLE – Rich Cat Events – Pool Art Fair – VideoArtWorld – Rearte Gallery – photo l.a. – Lazagne magazine

Source :
- www.itsliquid.com/contest
- http://www.itsliquid.com/it%E2%80%99s-liquid-international-contest-second-edition-2012.html


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

Langkah-langkah (cara) Menulis Naskah Drama

oleh: Alfanul Ulum F.S.

Banyak sekali yang bertanya langkah-langkah atau cara menulis naskah drama. Naskah drama merupakan karya sastra yang berisi cerita tentang suatu peristiwa. Sama seperti cerpen maupun novel. Bedanya, kalau cerpen atau novel ditulis dalam bentuk naratif dan memenuhi seluruh halaman dari kiri ke kanan. Sedangkan naskah drama ditulis dalam dialog antartokoh dan anotasi (penjelasan) lakuan tokoh.

Lalu bagaimana langkah-langkah praktis dalam menulis naskah drama? Berikut ini urutannya.

1. Tentukan ide cerita

Ide cerita merupakan gambaran cerita secara umum. Pada dasarnya, ide cerita berupa sebuah konflik. Bukankah setiap cerita berisi konflik? Kalau tidak ada konflik, maka bisa dipastikan cerita itu akan membosankan. Ide cerita bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari, cerpen, novel, cerita rakyat, film, dan sebagainya. Misalnya, tentang siswa baru di kelas yang sering dijahili oleh teman-temannya. Atau menyadur dari karya sastra yang sudah ada, misalnya cerpen, novel, atau film. Atau mengangkat cerita rakyat yang sudah ada, misalnya dari cerita Malin Kundang, Si Kancil Mencuri Timun, Ande-ande Lumut, dsb.
Bolehkah mengambil ide cerita dari karya yang sudah ada seperti cerpen atau film? Boleh-boleh saja. Banyak penulis besar yang belajar menulis dengan cara menyadur atau terinspirasi dari karya yang sudah ada. Yang penting dalam menyadur adalah tetap menjaga kode etik dalam berkarya. Masalah ini akan dibahas lain waktu (kalau ingat ;))


2. Membuat sinopsis cerita
Setelah menemukan ide cerita, tuliskan ide cerita tersebut dalam sinopsis pendek. Panjangnya sekitar setengah sampai satu halaman. Sinopsis ini berisi gambaran umum dari ide cerita yang sudah didapat. Ceritakan peristiwa yang terjadi yang menjadi sumber cerita. Dari situ dapat diketahui, peristiwa apa saja yang terjadi. Selain itu dapat diperkirakan siapa saja yang menjadi pelaku (tokoh) cerita, di mana saja tempat kejadiannya, dan kapan terjadinya. Dari sini pula dapat ditentukan alur (plot) yang diinginkan.

3. Mulai menulis
Yup, semua sudah tersedia! Tinggal menuliskannya saja. Tuliskan saja apa yang terpikir pertama kali di kepala. Jangan khawatar salah. Ada waktu untuk merevisi. Yang penting sekarang tuliskan saja berdasarkan sinopsis yang sudah dibuat. Jika belum memahami bentuk naskah drama, silakan mempelajari bentuk atau struktur lahir dari naskah drama.

4. Revisi
Setelah selesai menulis, kini saatnya memperbaiki. Mulai dari ejaan, tanda baca, hingga masalah ide cerita. Cerita bisa berkembang dan berubah sesuai dengan berkembangnya pemahaman. Namun, yang harus diingat dari proses revisi adalah harus ditentukan kapan saat berhenti untuk memperbaiki. Yup, bayangkan jika sebuah karya itu tidak ada benarnya, pasti tidak akan pernah terbit atau dinikmati orang lain. Jadi tentukan batas waktu memperbaiki. Tidak masalah karya kita jelek, toh kita bisa menulis lagi yang baru dan lebih bagus.

Disarikan dari:
"Kitab Teater" karya Nano Riantiarno;
"Melejitkan Otak lewat Gaya Menulis Bebas" karya Jubilee Enterprise; dan 
pengalaman pribadi.


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.