Pelacur dan Sang Presiden

karya Ratna Sarumpaet

Pelacuran adalah salah satu budaya tertua umat manusia. Ia bagian tak terlepaskan dari naluri manusia yang memiliki sisi gelap seperti ketamakan, kemunafikan, yang mustahil bisa dihapus secara keseluruhan
Pelacur dikecam sebagai sampah masyarakat. Perusak moral. Pencari nafkah dengan cara tidak bermoral ….
“Nafsu birahi lelaki jauh lebih besar” adalah sebuah pemakluman perbedaan gender umum pada masyarakat. Pemakluman ini membuat perempuan selalu diposisikan sebagai yang bersalah setiap kali kasus amoral jenis ini mengemuka. Perempuanlah yang dihakimi ketika kasus aborsi terjadi. Tubuh perempuanlah yang harus dibungkus rapat-rapat, untuk mencegah terjadinya pemerkosaan. Pemakluman serupalah juga yang semakin menyudutkan para pelacur pada posisi yang paling disalahkan, yang dianggap paling tidak bermoral.
Masyarakat serta penyelenggara negara yang yang tidak mau membuka matanya untuk melihat apa masalah mendasar ‘pelacuran’, membuat bangsa ini tidak kunjung menemukan jalan mengatasinya dan pelacuran semakin terjerat dalam lingkaran setan antara dosa, kemiskinan, pembodohan, gender dan seterusnya ….


Download naskah


Apakah menurut anda post ini bermanfaat?
Jika iya, bagikan posting ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar